h1

Pohon dan Daun

November 19, 2007

“A Nice and yet a touch full story”

POHON

Alasan mengapa orang2 memanggilku “Pohon” karena aku sangat baik dalam menggambar pohon. Setelah itu, aku selalu menggunakan gambar pohon pada sisi kanan sebagai trademark pada semua lukisanku. Selama ini aku telah menjalin hubungan dengan 5 orang wanita.

Ada satu wanita yang aku sangat cintai, tapi aku tidak punya keberanian untuk mengatakannya. Dia tidak memiliki wajah yang cantik, tubuh yang sexy, dsb, dia sangat peduli dengan orang lain, tetapi dia hanya wanita biasa saja. Aku menyukainya, sangat menyukainya, menyukai gayanya yang polos dan apa adanya, kemandiriannya, aku menyukai kepandaiannya dan kekuatannya.
Alasan aku tidak mengajaknya kencan karena aku merasa dia yang sangat biasa dan tidak serasi untukku. Aku juga takut, jika kami bersama semua perasaan yang indah ini akan hilang. Aku merasa dia adalah “sahabatku”, bahwa aku akan memilikinya sampai kapanpun dan aku tidak harus memberikan semuanya hanya untuk dia. Alasan yang terakhir, membuat dia menemaniku dalam berbagai pergumulan selama 3 tahun ini. Dia tahu aku mengejar gadis2
lain, dan aku telah membuatnya menangis selama 3 tahun.

Ketika aku mencium pasanganku yang kedua, dan terlihat olehnya, dia hanya tersenyum dengan berwajah merah dan berkata “lanjutkan saja” dan setelah itu pergi meninggalkan kami. Esoknya, matanya bengkak … dan merah …. Aku sengaja tidak mau memikirkan apa yang menyebabkannya menangis, tapi setelah itu aku tertawa dengannya seharian.

Pasanganku yang ke-4 tidak menyukainya. Pernah sekali mereka berdua perang dingin, aku tahu bukan sifatnya untuk memulai perang dingin. Tapi aku masih tetap bersama pasanganku saat itu. Aku berteriak padanya dan matanya penuh dengan air mata sedih dan kaget. Aku tidak memikirkan perasaannya dan pergi meninggalkannya bersama pasangaku. Esoknya dia
masih dapat tertawa dan bercanda denganku seperti tidak ada yang terjadi sebelumnya. Aku tahu bahwa dia sangat sedih dan kecewa tapi dia tidak tahu bahwa sakit hatiku sama buruknya dengan dia, aku juga sedih.

Ketika aku putus dengan pasanganku yang ke 5, aku mengajaknya pergi. Setelah kencan satu hari itu, aku mengatakan bahwa ada sesuatu yang ingin kukatakan padanya. Dia mengatakan bahwa kebetulan sekali dia juga punya sesuatu yang ingin dia katakan pada ku. Aku cerita padanya tentang putusnya aku dengan pasanganku dan dia berkata tentang dia sedang memulai suatu hubungan dengan seseorang. Aku tahu pria itu. Dia sering mengejarnya selama ini. Pria yang baik, penuh energi dan menarik.

Aku tak mampu mem perlihatkan betapa sakit hatiku, tapi hanya bisa tersenyum dan mengucapkan selamat padanya. Ketika aku sampai di rumah, sakit hatiku bertambah kuat dan aku tidak dapat menahannya. Seperti ada batu yang sangat berat didadaku. Aku tak bisa bernapas dan ingin berteriak namun tidak bisa. Air mata mengalir dan aku jatuh menangis,
seperti saat dia menangis untuk pria yang mengacuhkan kehadirannya selama ini.

Beberapa hari kemudian aku menerima sebuah catatan di tasku, tertanggal 10 hari yang lalu ketika aku sedih dan menangis, berbunyi…

“Daun terbang karena Angin bertiup atau karena Pohon tidak memintanya untuk tinggal ?”

DAUN

Selama ini aku suka mengoleksi daun2,&n! bsp; kenapa? Karena aku merasa bahwa daun, untuk meninggalkan pohon yang ditinggalinya selama ini membutuhkan banyak kekuatan.

Selama 3 thn terakhir aku dekat dengan seorang pria, bukan sebagai kekasih tapi “sahabat”. Tapi ketika dia mempunyai pasangan untuk yang pertama kalinya, Aku mempelajari sebuah perasaan yang belum pernah aku pelajari sebelumnya – CEMBURU. Perasaan di hati ini tidak bisa
digambarkan dengan menggunakan Lemon.

Hal itu seperti 100 butir lemon busuk. Mereka hanya bersama selama 2 bulan. Ketika mereka putus, aku menyembunyikan perasaan yang luar biasa gembiranya.Tapi sebulan kemudian dia bersama seorang gadis lagi.

Aku menyukainya dan aku tau bahwa dia juga menyukaiku, tapi mengapa dia tidak mau mengatakannya? Jika dia mencintaiku, mengapa dia tidak yang memulainya lebih dulu untuk melangkah?

Ketika dia punya pasangan yang baru (lagi), hatiku! selalu sakit. Waktuterus berjalan dan berjalan, hatiku masih sakit. Aku mulai mengira bahwa ini adalah cinta yang bertepuk sebelah tangan, tapi mengapa dia memperlakukanku dengan sangat baik diluar perlakuannya hanya untuk seorang teman?
Menyukai seseorang memang sangat menyusahkan hati. Aku tahu kesukaannya, kebiasaannya. Tapi perasaannya kepadaku tidak pernah bisa diketahui. Kau tidak mengharapkan aku, seorang wanita untuk mengatakannya bukan ?Diluar itu, aku mau tetap disampingnya, memberiknya perhatian,menemaninya, dan mencintai dia tentunya. Berharap, bahwa suatu hari, dia
akan datang dan mencintaiku. Hal itu seperti menunggu telphone setiap malam dan berharap suaranya ada disana. Aku tahu sesibuk apapun dia, dia pasti meluangkan waktunya untukku.

Karena itu, aku menunggunya. 3 tahun cukup berat untuk kulalui dan aku mau menyerah. Kadang aku berpikir untuk tetap menunggu. Luka, sakit hati, dan dilema yang menemaniku selama 3 tahun.

Suatu ketika aku mulai merasakan kehadiran seorang pria, seorang pria yang selama ini mengejarku tanpa lelah. Setelah penolakan2 yang aku tunjukkan, aku merasa bahwa aku ingin memberikan dia ruang kecil dihatiku.

Dia seperti angin yang hangat dan lembut, mencoba meniup daun untuk terbang dari pohon. Akhirnya, aku sadar bahwa aku tidak ingin memberikan angin ini ruang yang kecil di hatiku. Tapi biarlah ruangan ini menjadi miliknya.

Aku tahu Angin ini akan membawa pergi Daun yang lusuh jauh dan ketempat yang lebih baik. Akhirnya, aku meninggalkan Pohon, tapi Pohon hanya tersenyum dan tidak memintaku untuk tinggal, aku sangat sedih memandangnya tersenyum ke arahku.

“Daun terbang karena Angin bertiup atau Pohon tidak memintanya untuk
tinggal”

ANGIN

Aku menyukai seorang gadis bernama Daun. Karena dia sangat bergantung pada Pohon, jadi aku harus menjadi Angin yang kuat. Angin akan meniup Daun terbang jauh. Ketika aku pertama kali melihatnya, aku melihat seseorang memperhatikan kami bermain sepakbola. Ketika itu, dia selalu duduk disana sendirian atau dengan teman2 nya memerhatikan Pohon. Ketika Pohon berbicara dengan gadis2, ada cemburu di matanya. Namun ketika Pohon melihat ke arah Daun, ada senyum di matanya.

Memperhatikannya menjadi kebiasaanku, seperti daun yang suka memperhatikan Pohon. Jika satu hari dia tdk tampak, aku pasti merasakan kehilangan.

Suatu hari aku melihat Daun sendirian, menangis. Air mata mengalir di mata daun ketika Pohon pergi, besoknya, aku melihat Daun di tempatnya yang biasa, memperhatikan Pohon. Aku melangkah dan tersenyum padanya. Menulis catatan dan memberikan kepadanya. Dia sangat kaget.

Dia melihat ke arahku, tersenyum dan menerima catatanku. Besoknya, dia datang, menghampiriku dan memberiku catatan.Hati Daun sangat kuat dan Angin tidak bisa meniupnya pergi, hal itu karena Daun tidak mau meninggalkan Pohon. Aku melihat ke arahnya dengan
kata2 tersebut. Namun seiring waktu, dengan pelan dia mulai berbicara padaku dan menerima kehadiranku atau telephonku.

Aku tahu orang yang dia cintai bukan aku, tapi aku akan berusaha agar suatu hari dia menyukai aku. Selama 4 bln, Aku telah mengucapkan kata Cinta tidak kurang dari 20x kepadanya. Setiap kali itu pula dia berusaha mengalihkan pembicaraan …. tapi aku tidak menyerah, aku memutuskan untuk memiliki dia dan berharap dia akan setuju menjadi kekasihku.

Suatu hari di telephone aku bertanya,” apa yang kau lakukan? Kenapa kau tidak pernah membalas?”, dia ! berkata, “aku menengadahkan kepalaku”. “Ah?” Aku tidak percaya apa yang aku dengar. “Aku menengadahkan kepalaku” dia berteriak. Aku meletakkan telp, berpakaian dan berlari ke tempatnya, dan dia membuka pintu. Aku memeluknya erat2.

“Daun terbang karena tiupan Angin,
atau karena Pohon tidak memintanya untuk tinggal”.

6 comments

  1. Cerita yang menarik.


  2. Dalem banget ni bos🙂


  3. […] Sumber | Artikel Terkait […]


  4. kalo jawabannya karena.. hidup adalah pilihan gmn? hehehe


  5. Bro,
    Lue bisa membuat mata aku mengalir….🙂

    Salam ziarah…



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: