h1

In Every Life…

February 16, 2007

 

In Every Life, There is a Success
In Every Life, There is a Downfall
In Every Life, There is a Love
In Every Life, There is a Hate
In Every Life, There is a Balance

Everything you took In Every Life, There is a Price…

Siapa yang tidak mengenal Gordon Sumner alias sting, penyanyi asal Inggris era 70’an yang namanya tetap menggema hingga saat ini dan Albumnya kerap menjadi hit setiap kali dirilis. Sting dilahirkan bukanlah dari keluarga berada. ayahnya hanya peternak sapi biasa. Awal karirnya dia pernah melakoni pekerjaan yang menyimpang dari karirnya sekarang sebagai penyanyi. setelah keluar dari kuliahnya, sting sempat bekerja sebagai kondektur bus, buruh bangunan, dan pegawai penarik pajak. pekerjaan yang lebih menggunakan urat daripada otak sebelum akhirnya ia menjadi guru bahasa inggris di sebuah SD. Namun visinya sebagai seorang musisi tidak pernah padam. disela-sela kesibukan mengajar, dia tetap mengasah keahlian musiknya disetiap akhir pekan dengan bermain musik di beberapa klab malam. Mungkin tidak pernah dia bayangkan apabila akhirnya dia berhasil memperoleh royalti sebesar USD 2000 perhari selama 20 tahun untuk lagu every breath you take yang ditulisnya akibat mimpi buruk ditengah malam.

Namun kesuksesan, ketenaran dan kekayaan sting tidaklah gratis. ada harga yang harus dia bayarkan. salah satu anaknya menderita dyspraxia – suatu penyakit gangguan pertumbuhan otak yang berpengaruh pada gerakan dan koordinasi antar saraf. Banyak contoh yang bisa saya berikan. Sebut saja salah satu executive Bank Mandiri di devisi SPM. Usianya terbilang sangat muda bagi sebuah group head, hanya 33 tahun. Bisa dibilang kesuksesan yang fantastis di usia yang terbilang muda.Istrinya pun bukan lah pegawai biasa, namun juga executive disalah satu perusahaan ternama. Kekayaan dan pangkat sudah diraih diusia yang sangat muda. Namun sama halnya dengan sting, anak mereka mengalami autis berat. Begitu pula dengan CEO Indosiar, yang dalam perjalanan karirnya dikenal sangat “supel” dikalangan pejabat. Mungkin sudah ratusan hektar tanah rakyat yang dia gadaikan hanya untuk kepentingan sekelompok orang, hingga akhirnya beliau dipercaya untuk memimpin indosiar. Namun harga yang harus dibayar adalah nyawa anak laki semata wayangnya yang meninggal dalam sebuah kecelakaan mobil ketika kembali dari sekolah di amerika.

Tapi bukan maksudnya bahwa kekayaan ataupun kedudukan selamanya membawa petaka. Namun semuanya juga ada harganya yang dalam memperolehnya yang akan menjadi konsekuensi atau juga bagaimana cara kita membelanjakannya dan seberapa besar juga kontribusi kita kepada sesama atas titipan berupa kekayaan dan ketenaran tersebut. Apakah semata-mata serakah untuk pribadi? ataukah tidak lupa untuk kita sisihkan dan gunakan bagi sesama? Harta dan Kedudukan semuanya adalah titipan. Keputusan yang terkadang diberikan olehNya untuk seseorang dengan pertimbangan yang memang sudah diperhitungan sedemikian rupa agar dapat menjadi pelajaran maupun godaan bagi manusia lainnya. Memang hidup itu perlu uang. Tapi apakah perlu hinga berbukit-bukit uang? ataukah hanya cukup sekadarnya untuk hidup yang layak namun jauh dari konteks mewah? pertanyaan yang akan memiliki seribu jawaban tetapi ada satu jawaban universal yang pasti. Apapun yang yang kita inginkan, selalu ada harga yang dibayar. Ibaratnya air yang akan selalu mencari datar. Setiap pilihan memiliki konsekuensi nya masing-masing. Setiap pintu yang kita tutup akan membuka pintu yang lain, begitu pula sebaliknya. Setiap kali kita mengambil suatu bagian, kita kan melepaskan satu bagian lainnya juga. Lambat laun namun pasti. Tidak mungkin permasalahan seseorang yang memiliki uang hanya 100 juta akan sama dengan yang memiliki 10 Milyar. Makin tinggi pohon makin kencang anginnya.

Terkadang saat kita berkeinginan atau berangan untuk memiliki uang yang banyak, rumah mewah atau lainnya, ada satu missing point utama yang seringkali terlewat untuk kita sadari. Problem yang datang pun tidak akan sama dengan problem yang kita miliki sekarang disaat kita memiliki sesuatu yang lebih dariapa yang kita punya sekarang. Problem jomblo tidak akan sekompleks saat punya pasangan. Atau problem mobil kijang tidak akan sekompleks mobil Mercy bila rusak. Namun seringnya yang kita bayangkan adalah bagaimana enaknya naik mercy dengan persoalan hanya se-mobil kijang.

Because no one in this world can always have what they wishes for… so seek a balance and choose wisely for your life.. and your family. Apa yang anda kejar hidup ini? Mungkin when we become wiser 10 atau 20 tahun dari sekarang, baru akan menyadari.. bahwa kita sebenarnya mengejar sesuatu yang fana…

4 comments

  1. Loh san … prasaan gw kemaren udah posting comment, kok ilang?


  2. Salam
    Wah tulisan yang keren…
    Semangat terus.Sukses selalu
    Salam
    Setyo


  3. Salam kenal…
    barvo, bagus untuk direnungkan.


  4. Salam kenal…
    bravo, bagus untuk direnungkan.



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: