h1

Arti Sebuah Persahabatan

September 25, 2006

Beberapa hari belakangan ini sudah 2 kali saya bertemu teman lama saya, Diah. Pertama kali saya kenal Diah adalah saat dia masih bekerja di Kanzen Motor. Kantornya hanya berjarak beberapa meter dari kantor saya sekarang. Kehadiran Diah selalu indentik dengan ingatan saya kepada sekelompok pria dan wanita lucu serta tidak berakhlak mulia. Sekumpulan pria dan wanita yang tidak hanya pandai dalam bersandiwara dan mengeluarkan kata-kata jorok secara sepontan, tapi juga mampu menguras kocek anda dalam sekejap dengan gaya hidupnya yang kebarat-baratan. 

Kelompok yang berdiri 3 tahun silam ini menamakan dirinya “Geng Bebek”. Dari sumber yang tidak dapat dipercaya, Kelompok ini mengklaim dirinya memainkan peranan penting dalam gejolak perdamaian di timur tengah dan afrika. Walaupun saya sendiri tidak melihat adanya ciri ketimur-timuran dalam dandanan mereka. Lagipula, kebanyakan dari mereka berasal dari jember atau tegal. Bukan Kuwait seperti yang mereka suka gembar-gemborkan. Kelompok yang dikepalai oleh Diah, teman saya itu, beranggotan Luki Pribadi sebagai penasehat spiritual, Arie sebagai Penasehat Fashion, Iyas sebagai Fotografer dan seksi Antar jemput, serta Aulia. Dan saya sendiri? saya sebagai anggota keluar masuk. Maksudnya, Dikeluarin kalo lagi nyebelin, dan masuk lagi kalau sudah pasang muka melas minta diajak jalan.

Namun seiring berlalunya waktu, kini bisa dikatakan saya hampir tidak pernah bersua kembali dengan mereka setelah berkeluarga. Entah dengan alasan sibuk bekerja, sibuk mencari istri, hingga akhirnya sekarang sibuk karena anak. ada saja alasannya. hingga saya dijuluki “Mr. Not Today” karena kepiawaian saya membentengi diri dari ajakan pergaulan bebas mereka.

 

Kembali ke kenangan masa lalu. Aktifitas Geng ini seringkali dalam prakteknya lebih banyak ke arah entertainment & destructive dari pada sisi edukatifnya. Sehingga tidak mengherankan jika banyak dari anggotanya hanya lulusan SD saja. Dan hanya sedikit yang mampu baca tulis secara fasih. Jadi bahasa binatang diantara mereka adalah mutlak sebagai sarana berkomunikasi antar sesama dikomunitas ini. Geng ini cukup eksklusif dalam kesehariannya. Dan sering kali menjadi target sasaran aparat berwajib untuk pesta-pesta miras yang mereka sering gelar di sekitar sekolah taman kanak2. Selain itu, untuk menjadi anggotanya, anda juga disyaratkan untuk membayar biaya administrative sebesar 200 ribu rupiah tanpa boleh dicicil. Juga anda akan menjalani tes “kelucuan dan kemodisan” sebagai syarat kelulusan akhir. Penilaian secara umum terdiri atas 3 kriteria sebagai syarat untuk lulus, yaitu “Sangat Lucu & Mengesankan”, “Rata-Rata masyarakat”, dan terakhir “Mampus! kelaut aje lo!”. Penilaian menggunakan alat serba canggih yang dinamakan “Lucu meter” dan “Modis meter” yang khusus di import dari Timor Leste dan secara otomatis akan memberikan penilaian secara realtime tanpa bertele-tele seketika itu juga. Hasil akhir Panitia adalah mutlak tanpa dapat diganggu gugat.

Aktifitas mencari kafe-kafe atau tempat makan murah untuk ditunggangi adalah tugas wajib dari ketua group ini untuk dapat tetap dipilih oleh para anggotanya. Dari wilayah barat hingga selatan. Dari Wijaya sampai Menteng. Dari Wok hingga ke Cafe Menteng. Tidak jarang tempat2 yang mereka datangi, seringkali mengeluh karena omzet mereka menurun drastis dengan hadirnya mereka. Bagaimana tidak? dengan beranggotakan 20an lebih kepala keluarga, mereka seringkali hanya memesan 1 atau 2 buah minuman tapi nongkrongnya bisa 4 jam! Sehingga banyak pelanggan lainnya tidak kebagian tempat. Selain itu tempat yang mereka gunakan sebagai pertemuan acap kali dirubah bak layaknya Rapat PKI. Tidak cewe atau cowo, semuanya merokok. Sehingga lantai seringkali menjadi perluasan asbak mereka yang sudah tidak muat menampung puntung dan abu rokok mereka. Menari-nari genjer diatas meja, menyiksa, mencerca dan menelanjangi tamu lainnya hanyalah sebagian kecil dari perbuatan-perbuatan Dzalim mereka. Namun seiring dengan meningkatnya taraf hidup mereka menuju kehidupan digital lifesytle dan digital workstyle, kini target2 mereka lebih terfokus pada kafe2 yang memiliki Wifi gratis. Sehingga pada akhirnya mempertemukan saya kembali pada Diah, teman lama saya yang tengah bersurfing gratis di cafe sebelah kantor saya.

Tapi harus kita akui, sekarang ini semakin jarang rasanya kita dapat temui seseorang sahabat ditengah kehidupan yang semakin individualis dan oportunis ini. Dan semakin sulit rasanya menilai seseorang apakah sahabat atau kan teman sesaat? Lihat saja, betapa film Friends begitu digemari. Bisa jadi karena merupakan wujud manifestasi dari hausnya insan masa kini untuk sebuah persahabatan yang tulus dan murni dari lubuk hati. bukan hanya karena unsur azas manfaat.

Sebut saja Luki, salah seorang dedengkot dari geng bebek. Bapak yang tiba-tiba terdengar memiliki 2 orang anak ini (karena yang terakhir memang tidak ada yang tahu kapan istrinya hamil) berprinsip bahwa seorang teman itu lebih berharga dari pada 1000 musuh (Ya iyalahh!! Mau Benjol apa?!). “Sebagai teman itu harus memiliki kesamaan visi untuk dapat bertahan lama. Prinsipnya, ringan sama dijinjing, berat tinggalin saja lah.” ucapnya serius sembari menghirup dalam-dalam lem Aibon dari sebuah kantong. Luki yang sehari-harinya bekerja sebagai karyawan tidak tetap pada sebuah perusahaan ISP dibilangan sudirman ini, kerap kali mengeluh atas kondisi masyarakat yang sudah semakin mengalami krisis sosial dan acuh terhadap sesama. Tidak lagi mudah untuk mencari teman senasib dan sepenanggungan. “Kini orang hanya melihat status sosial. Begitu tahu mereka tajir, pasti banyak sahabatnya” ujar luki gemas. Namun pengalaman luasnya dalam memakai sumberdaya kantor secara diam-diam berhasil membawa luki ke jenjang martabat yang sedikit lebih tinggi dari OB. “Orang-orang jaman sekarang tuh susahh buat diketahui niat sebenernya. Ngakunya teman, tapi ngga tahunya ngejelekin kita dibelakang” sambung luki yang kerap kali mengalami masalah hutang piutang dengan teman-temannya.

 

Sama halnya dengan Diah, yang baru saja menikah tahun lalu dan tengah mereguk nikmatnya suasana sebagai pengantin baru. Ketua dari geng bebek ini juga beranggapan tidak jauh beda dengan luki. “Zaman dulu teh temen bisa dibeli dengan uang, kalo sekarang pembantu aja udah mahal banget. jadi maklum donk kalo tante juga pasang harga mahal. Pokoknya tante senang, tante bayar” jawabanya berdiplomatis. Memang tidak dapat disalahkan. Tingginya harga BBM saat ini sempat memaksa ibu ini untuk kemana-mana naek ojek agar tetap dapat mempertahankan taraf hidupnya untuk dapat berbelanja kebutuhan pokoknya, yaitu lipstik, bedak, dan kawan2nya. Diah yang tengah berusaha untuk membuat suaminya menjadi lelaki “Nakal”, seringkali dibuat pusing dengan kelakuan anak buahnya. Acap kali dia harus menerima malu, bilamana ada anggotanya, entah Iyaz atau Arie, tertangkap basah sedang mangkal di taman lawang. Namun apadaya, sebagai seorang pemimpin yang visioner, dia juga harus tahu bagaimana bersikap tegas didepan anak buahnya. “intinya adalah pengendalian diri bila ingin menjadi pemimpin. Dan tahu akan tanggung jawab! Dia tanggung, kita jawab” ucapnya sembari memotong bulu hidungnya yang agak-agak keluar dari sarangnya. Memang, tidak ada yang membantah sulitnya jadi pemimpin. terlebih bila setiap hari harus berurusan dengan para aparat akibat ulah anak buahnya. Sehingga kostum menjadi memegang peranan penting bagi diah dalam kesehariannya. Karena reputasinya yang cukup terkenal dikalangan preman tanah abang dan kepolisian setempat, hampir dapat disamakan dengan pemimpin2 wanita dunia lainnya seperti imelda marcos, atau aming, menyebabkan Diah harus hidup menyamar dikeseharian dengan memakai baju dingin berkupluk walaupun jakarta panas kering kerontang. “Memang ini adalah tuntutan peran yang harus saya mainkan. yaa..Buah Nanas, Buah Pepaya.. Biar Panas.. Yang penting Gayaa! hihihi..” katanya sembari membetulkan letak tahi lalatnya yang berubah-ubah tertiup angin.

@ MacCafe 1 Nov, 2004. Buka Puasa Bersama

    

Begitulah sekilas cerita kisah kasih disekolah mengenai persahabatan ini.Terakhir saya bertemu mereka lagi adalah pada saat liga bebek di SCBD tahun 2005 lalu. Liga Bowling yang sudah menjadi adat istiadat mereka setiap tanggal tua. Tidak hanya berfungsi sebagai alasan untuk melepas kepenatan setelah pulang kerja, namun juga sebagai alasan untuk melepas keperawanan bagi yang kalah. Rasanya baru kemarin saya berkenalan dengan mereka, tapi entah kenapa begitu lama rasanya hati ini tidak lagi melihat mereka. 

Belum hilang rasanya dari ingatan saat mereka masih lucu-lucu seperti anak kucing. Tak Terasa, sekarang sudah pada beranak-pinak seperti kucing. Memang, persahabatan membutuhkan proses dan pengorbanan dalam realitasnya. usaha untuk memelihara  kesetiaan dan inisatif memberikan dan mewujudkan antar sesama tanpa diminta. Sehingga menjelma menjadi Kerinduan yang menjadi bagian dari kehidupan. Terima kasih, Terima kasih sahabat-sahabat ku yang selama ini selalu berinisiatif memberikan masukan-masukan positif yang cukup.. menjatuhkan mental! Terima kaseehh!!

I miss You all Guys… Banyak Moment-moment tolol diantara kita yang rasanya sulit untuk dilupakan.

    

  “Love is blind.. But it Can See clearly in Mercedes..”- By Unknown Author

10 comments

  1. nice blog bro…


  2. “Friendship is unnecessary, like philosophy, like art… It has no survival value; rather is one of those things that give value to survival.”
    – C. S. Lewis


  3. Blog yang bagus…seperti biasa kemampuan menulis loe yang sangaaaat dasyat..membuat gue berfikir untuk berguru sama elo, gimana bisa bikin tulisan kaya gitu….
    Cuma dear…im so sorry…banyak alur yang nggak gue mengerti..apa mungkin elo seperti para seniman canggih2 itu ya..yang membuat lukisan seharga ratusan juta…tapi orang awam seperti gue..bahkan tidak tau maknanya hehehehehehehe
    anyway..seperti biasa..cara loe memainkan kata kata “VERY GOOD”


  4. huahahahah … PKI, Gerwani, tarian Genjer … ckckckck … kayak yang pernah ngalami jaman2 gilingan itu huahahahhah!

    Sumpah gw sampe terkikik2 bacanya.


  5. wouw….sumpah Lo pinter b9t ngarang kata2…knp gak bikin buku aja siy ?? nice bLo9…


  6. bagggoooeeezzzz .. 2 thumbs up bwat loe !!
    ga nyangka orang seperti elo bisa bikin tulisan2 yg gimanaaaa gettoo …. seru, banyak kata2 aneh, ga jelasss, tp gw enjoy aja baca nya …. ;p … keep up d good work dehhh … sapa tau someday elo bisa beken lewat tulisan lo huehuehue (ngimpi kaleee…)
    ok d sekian dari gw
    babay


  7. Aih.. matteeeeeee… tulisan lu bro’!!!
    ya… walopun lu agak2 sok tau dikiiiiit.. tapi gue salut sama lu yang udah bisa buat pembacanya (terutama gue) ketawa ngakak2 sambil membayangkan apa yang udah lu deskripsiin di tulisan ini..


  8. Mmm..sebagai ketua gank bebeq, ada beberapa klarifikasi sedikit ya, Saudara ichsan..
    Most of gank bebeq, they have value and educated well. Karena itu, maaf saja ya Saudara Ichsan, saudara terkadang kita keluarkan karena suka memakai kata-kata kotor dalam berbicara… Whoahaha.. Gubrak..

    PS: Gw ga seburuk itu kaleeeeee….


  9. Memang… Seperti kata pepatah.. “Tak Cantik bukan Berarti Indah…” hahahah


  10. nah lo … comment apaan gw ya ? Mungkin posenya kurang menantang ? terlalu banyak makan ? bingung gw euy ntar diprotes temen2 lu ah kalo gw comment seenaknya… diem aja mendingan , jadi anak pintar :p

    Love is blind ??? itu mah bukan blind lagi, emang lampunya dimatiin DJ :p kaga nyambung dahhh …

    Seneng ya “main bersama kawan2 sebaya”,release mind , escape from reality ya? gw juga doyan koq! he3.. wish your friendship gonna be last ya Chan , with me also … hihihi. Pokoknya seru Blog loe , Chan … sayang ga ada foto gw :p . ajarin gw nulis kayak elo dong , biar jadi sarjana … huuuhhhh , jadi error nih baru puasa 4 hari. sukses ya , bro … GBU.



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: