h1

Testing BlogJet

September 24, 2007

I have installed an interesting application – BlogJet. It’s a cool Windows client for my blog tool (as well as for other tools). Get your copy here: http://blogjet.com

“Computers are incredibly fast, accurate and stupid; humans are incredibly slow, inaccurate and brilliant; together they are powerful beyond imagination.” — Albert Einstein

Andong

 

 

h1

"The Pursuit of Happyness"

March 22, 2007

Sebuah Kisah nyata perjalanan seorang Ayah dan anaknya dalam menempuh pahit getirnya kehidupan hingga akhirnya hidup berkecukupan sebagai multimillionaire stockbroker di pasar saham. berkat kesabaran dan kegigihan hati seseorang Ayah demi kebahagiaan anaknya yang akhirnya menjadi sumber kekuatan tersendiri diluar batas yang mungkin dapat dibayangkan.

Film yang mengisahkan kehidupan sebenarnya dari seorang Christopher Gardner, seorang tuna wisma dan single parents yang berjuang dalam hidup bersama anaknya hingga berhasil menjadi jutawan dan CEO sebuah perusahaan stockbroker ternama di Amerika yaitu Christopher Gardner International Holdings dengan kantor yang kini tersebar di New York, Chicago, and San Francisco. Dari seorang yang miskin hingga menjadi jutawan, pastilah sebuah kisah yang sudah pasti akan mengundang rasa kagum dan menarik untuk kita ketahui. Sebuah moment yang yang mampu menyentuh emosional terdalam dan bersatu dalam sebuah konteks kehidupan spritual akan sebuah arti kehidupan itu sendiri.

Film ini secara tiba-tiba mengingatkan saya akan suatu moment dengan bekas atasan saya dahulu. Dalam suatu perjalan saya bersama Pak Thamrin (former : Dirut PT Pembangunan Pluit Jaya) mengatakan kepada saya

“Setiap orang pasti akan melewati satu point dimana dia akan menuju terus kebagian paling dasar dari hidupnya. Dan melewati satu point lagi yang akan selalu menuju bagian teratas dari hidupnya. Tapi kita hanya tidak tahu kapan dan dimana point tersebut berada.. Jadi jeli-jeli San lah dalam melihat hidup ini… karena hanya akan ada satu point yang anda akan lewati.. jangan pernah pernah menyerah maupun lupa diri saat melewati cek point anda!”

Kata-kata tersebut masih saya ingat hingga saat ini. Selama hidup saya, tidak pernah absen sekalipun saya bertanya dalam hati. Atau sekadar memflasback dan memperhatikan, did I miss my checkpoint? Where that moment which gonna change my life forever? Kebiasaan yang seakan menjadi imsonia bagi saya setiap kali merenung dan membayangkan seperti apa kehidupan saya di 10 tahun mendatang?

Mungkin ada sedikit kemiripan dengan pesan yang berusaha disampaikan oleh Chris Gardner dalam film ini. Dimana dalam suatu kesempatan di film tersebut, Chistoper’s Son yang diperankan oleh anak Will Smith sendiri menceritakan sebuah kisah lucu :

“There was a man who was drowning, and a boat came, and the man on the boat said “Do you need help?” and the man said “God will save me”. Then another boat came and he tried to help him, but he said “God will save me”, then he drowned and went to Heaven. Then the man told God, “God, why didn’t you save me?” and God said “I sent you two boats, you dummy!”

Intinya adalah Tuhan biasanya mendatangkan bantuan lewat cara-cara yang terkadang kita sendiri tidak mengetahui bahwa itu adalah bantuan. Karena bentuknya yang tidak berupa mukzizat secara langsung dan kasat mata. Tapi hanya bisa kita pahami pada saat kita memandang kebelakang hidup kita suatu saat. Sama halnya dengan Check point yang bekas atasan saya katakan. Perlu suatu kesadaran diri dan kejelian dalam melihatnya.

Turning point dalam hidup seseorang seringkali terjadi di waktu dan tempat yang kita tak pernah bayangkan. Ada saatnya kita memasuki turning point yang membawa kehidupan kita kebawah. Sama halnya yang diawali oleh Gardner. Turning point ke bawah ini berawal saat dia memutuskan untuk menjadi seorang salesman Bone Density scanner dan menginvestasikan tabungan keluarganya untuk membeli beberapa alat ini sebagai stock untuk dijual kembali secara exclusive ke medical centre di San Fransisco. Namun ditengah terpuruknya kondisi ekonomi Amerika saat itu, membuat Gardner kesulitan untuk menjual barang tersebut sebagai kompensasi untuk menutup biaya hidup mereka. Tekanan hidup dirasa semakin berat oleh keluarga Gardner, karena langkah Gardner tersebut ternyata membuat kondisi keuangan keluarga menjadi tidak stabil dan sulit. Istrinya pun mengalami kelelahan baik lahir maupun bathin karena harus bekerja double shift untuk menutupi kebutuhan rumah tangga, sehingga bayangan akan masa depan yang diharapkan diawal pernikahan seakan menjadi jauh dari jangkauan. Rasa putus asa dan lelah jiwa membuat dirinya cepat meledak-ledak dan skeptis terhadap kemampuan suaminya.

Sedangkan Christopher Gradner, yang lahir pada 9 february di Milwauke tanpa pernah melihat siapa ayahnya terlahir untuk memiliki mimpi sendiri yang dia rasakan lebih penting bagi dirinya daripada hanya menjual scanner. Kehidupan keras yang dia rasakan bersama ibunya telah menempa dirinya hingga memiliki suatu “spiritual genetic” tersendiri dan mengajarkan dia suatu pelajaran berharga dalam hidup, yang tetap dia pegang hingga kini. Dia ingin menjadi seorang ayah yang dia tidak pernah miliki. Dan hal tersebut dia dedikasikan ke anaknya melaui kesabaran yang tiada batas serta kesatuan emosi dengan anaknya. Dan saat istrinya memutuskan untuk meninggalkan dia karena tidak tahan lagi akan tekanan hidup yang dimiliki, semuanya mulai berubah. Chris harus rela kehilangan mobil dan apartmentnya. Namun dia tetap bersikukuh untuk tetap dapat bersama anaknya, karena dia telah membuat keputusan dimasa kecilnya, saat dia memiliki anak nanti, dia tidak ingin anaknya tidak tahu siapa bapaknya seperti dirinya. Walaupun akhirinya, istrinya tetap meninggalkan mereka.

Saat melihat hal tersebut, hati saya seakan ikut teriris dan sedikit mengeluarkan air mata. Terlebih saat adegan dimana Chris dan anaknya harus hidup homeless dan terpaksa tidur di kamar mandi umum. Dengan air mata berlinang sambil menatap anaknya, satu tangan diberikan sebagai bantal untuk anaknya agar dapat tetap tidur nyenyak dan satu tangan lagi dikerahkan untuk menahan pintu yang tengah ingin dibuka oleh seseorang dari luar. Dia berusaha menghindari pemeriksaan petugas yang sedang memeriksa setiap malam. Wajah anaknya sudah kelelahan dan bila diusir dia tidak tahu harus tidur dimana. Sebagai orang tua, saya tahu benar apa rasanya saat itu. Karena tidak ada yang lebih menakutkan dari pada sebuah perasaan tidak berdaya untuk dapat memberikan yang terbaik untuk anak anda!

Sebagai instantnya, turning point kedua dalam hidup Gardner dan pekerjaannya terjadi diparkiran sebuah gedung. Pada saat dia memandang ke arah salah satu gedung yang berdiri megah di San Fransisko, dia melihat begitu banyak muka-muka bahagia yang keluar dari gedung tersebut. Sebuah ekspresi yang rasanya menjadi sesuatu yang mewah bagi dirinya disaat itu. Dan tiba-tiba dia melihat seseorang tengah keluar dari sebuah Mobil Ferrari yang diparkir tepat disebelahnya. Decak kagum Gardner bukanlah pada mobil tersebut, namun bagaimana orang itu mendapatkannya. Dia bertanya “Wow, I gotta ask you two questions. What do you do? And how do you do that? Sebuah moment yang hingga akhirnya menjadikan pria ini seorang stockbroker dengan penghasilan USD 80.000 per bulan.

The Pursuit of happiness adalah salah satu film yang layak anda tonton. Banyak pelajaran hidup yang dapat diambil didalamnya. Menceritakan bagaimana sebuah kerja keras dan devotion seorang ayah terhadap anaknya membawa kebahagiaan pada akhirnya. Kita tidak tahu betapa mewahnya sebuah pertolongan bila kita tidak pernah kesulitan. Dan betapa indahnya kebahagiaan, bila tidak pernah merasakan penderitaan. Salah satu pelajaran hidup yang priceless.

Mungkin yang perlu kita pertanyakan dari kisah tersebut adalah bagaimana kita mengartikan sebuah kebahagiaan. Bukan hasil pencapaiannya, namun prosesnya. Karena Seorang milyuner seperti Gardner sekalipun pernah membuat keluarganya kelaparan. Pernah mengalami derita yang tak terbayangkan. Sangat beda dari film-film yang selalu berisi anak seorang kaya yang kemudian menjadi lebih kaya lagi kemudian hidup bahagia. Ini adalah cerita nyata yang juga dialami oleh ratusan juta orang di muka bumi. Apa yang dapat kita pelajari dari Chris Gardner dalam meraih kesuksesannya? Mempertahankan keluarganya? Apakah takdir yang menemukan kita ataukah kerja keras dan kesabaran yang membawa kita menuju takdir kita? Satu hal mungkin yang harus kita ingat sebagai pelajaran, kita tidak pernah tahu apa yang orang lain telah lalui ketika kita membentuk ekspektasi kita.

h1

Bibit Unggul Bangsa Jepang Sehari-hari

March 21, 2007

Mulai petugas pencatat meter listrik, pedagang pasar hingga staf supermarket di jepang semuanya mempunyai kinerja yang luar biasa.

Seorang mahasiswa dijepang menceritakan pengalaman selama menjadi pelajar asing disana. Sebagai mahasiswa yang berstatus berkeluarga suatu hari sempat terkaget-kaget ketika melihat tagihan listriknya melonjak 10 kali lipat. Setelah mengajukan penyusutan sederhana, maka diketahuilah bahwa ternyata terjadi kesalahan pencatatan meter listrik oleh petugas – sebuah kesalahan yang tidak umum terjadi dijepang. Segeralah dia menelpon perusahaan listrik wilayah Kansai daerah tempat dia tinggal untuk menginformasikan kesalahan tersebut.

Berkali-kali kata sumimase (maaf) terlontar dari mulut operator telepon perusahaan listrik tersebut. Mahasiswa Indonesia itu menganggapnya sudah selesai karena operator tersebut berjanji untuk segara melakukan tindak lanjut. Belum beberapa lama meletakkan tasnya di bangku sekolah pagi itu, istrinya yang tinggal dirumah menelpon untuk memberitahu perihal adanya kedatangan dari petugas listrik yang datang meminta maaf dan menarik slip tagihan.

Setibanya dirumah pada malam harinya, mahasiswa tersebut baru tahu kalau yang datang bukan lah sekelas petugas lapangan (dari kartu nama yang ditinggalkannya), namun setingkat supervisor. Terlebih lagi, bingkisan berisi sabun dan sampo merek terkenal sudah pasti menandakan bahwa kedatangan supervisor itu lebih dari sekadar meminta maaf.

Si mahasiswa bukannya terenyuh atas pemberian tersebut, namun justru khawatir kalau-kalau petugas tersebut akan bunuh diri sepulangnya dari sini. Karena kekeliruan dalam bekerja secara umumnya dijepang menyangkut sebuah kehormatan diri seseorang. Seakan-akan menjadi suatu agama tersendiri bagi mereka.

Suatu kali juga pernah, saat akan membeli buah2an dengan harga banderol murah yang merupakan favorit bagi para mahasiswa-mahasiswa perantauan disana, memang biasanya terdapat sedikit cacat (goresan atau benturan) pada permukaan buah-buahan – sesuai dengan harga murah yang dibayarkan.

Pada saat hendak membayar buah tersebut, penjual buah buru-buru menerangkan dan menunjukkan kondisi sedikit cacat pada beberapa buah-buahan tersebut dan kembali memastikan niat orang yang akan membelinya. Memang cukup mengherankan, bukannya kita tidak mengetahui cacat tersebut namun kejujuran yang begitu tulus masih dimiliki oleh seorang pedagang kaki lima sekalipun. Pemikiran bahwa kejujuran adalah syarat utama keberhasilan dalam berdagang adalah hal umum yang dimiliki oleh kebanyakan pedagang di sana. Tidak perlu meraup untung sesaat dalam jumlah besar, bila nantinya akan kehilangan pelanggan.

Sama halnya ketika anda berbelanja di supermarket. Anda akan menerima uang kembalian anda hingga ke yen terakhir sesuai dengan yang tertera pada slip pembayaran. Tidak ada “pemaksaan” untuk menerima permen sebagai pengganti nominal tertentu. selain kagum dengan praktek berdagang yang baik ini, saya juga sekaligus kagum dengan sistem perbankan jepang yang mampu menyediakan uang recehan untuk pedagang dan vending machine (mesin penjual otomatis) di seantero jepang. Meski bagi sebagian kalangan, uang kembalian terlihat sepele, ini bisa menyebabkan ketidakikhlasan pembeli terhadap transaksi jual beli.

Belum lagi keramahan para petugas supermarketnya. Bila anda menanyakan letak suatu barang, maka petugas tidak akan hanya kan menunjukkan lokasi barang tersebut seperti para pegawai Carefure, namun juga mengantarkan hingga berjumpa dengan barang yang dimaksud dan baru akan meninggalkan kita setelah memastikan semuanya sudah beres dimata pelanggan. Namun bukan berarti petugas supermarket di Jepang begitu banyaknya hingga mereka berkesempatan jalan-jalan melayani pelanggan. Justru sebaliknya, jumlah petugas selalu sesuai kebutuhan dan mereka selalu bergerak seperti semut.

Disebuah toko elektronik seorang petugas yang menjelaskan spesifikasi komputer sekaligus merangkap sebagai kasir tempat membayar sekaligus juga petugas pengepakan terakhir terhadap barang yang dibeli. Dan yang penting, anda tidak perlu khawatir ditipu seperti halnya membeli barang elektronik di glodok. Tidak akan anda melihat seseorang ketika membeli sebuah barang dijepang akan memperhatikan dengan teliti karena takut membeli barang busuk layaknya membeli barang dijakarta yang kalau sudah dibeli tidak bisa dikembalikan. Disana pelanggan membeli dengan perasaan aman karena semua hal baik dan buruknya akan dijelaskan diawal oleh pedagangnya dan sesuai dengan harga yang dibayarkan.

h1

Damn I Lost Again!!

February 21, 2007

Kalau ada satu hal yang selama ini ngga bisa dicari solusinya dalam diri saya… adalah menghapal jalan

Menghapal jalan bagi sebagian orang sebenarnya adalah konteks yang mudah. Sekali atau dua kali melewati jalan tersebut biasanya sudah hapal, apalagi kalau jalurnya adalah jalur cinta (kerumah pacar). Namun tidak bagi saya. Sudah berbagai macam pengobatan yang saya lakukan baik secara medis maupun tradisional bahkan spiritual tidak juga membawa hasil.

Hal ini disadari sejak saya duduk di bangku SMA hingga kini. Aktivitas mencari alamat rumah pacar adalah hal yang selalu menjadi batu sandungan dalam kencan pertama saya… walaupun didaerah yang sebenarnya masih terbilang jalan protokol dan masih ditengah perkotaan. Pernah disuatu hari ketika salah seorang pacar saya mengundang saya untuk makan malam bersama keluarganya dibilangan cempaka putih, keluarganya terpaksa harus menunggu 2 jam lebih hingga saya menemukan rumahnya. Belum lagi ketika pulang dari rumahnya hendak ke grogol.. saya kembali salah jalan dan mengambil jalan tol yang notabene berlawanan arah dengan grogol. Hal ini terjadi hingga 3 kali selama diawal saya berpacaran dengannya.

Puncak kemarahan saya pada salah satu fungsi otak yang saya rasa sangat.. sangat perlu di upgrade ke pentium ini adalah ketika saya hendak pulang kerumah mertua saya sendiri!!! Biasanya saya memang lewat kuningan, senen, kemudian cempaka putih untuk jalur sehari-hari. Namun juga terkadang saya juga melewati jalur lain ketika pulang nebeng bersama teman dengan jalur terusan casablanca dan muncul di terusan Yos Sudarso kemudian langsung ke perempatan cocacola cempaka putih. Sudah berkali-kali saya lewati rute ini juga karena memang relatif tidak terlalu macet bila melewati jalur normal lewat senen dan patung tani. Nah, kemarin ketika saya pulang sendirian (tidak bersama teman saya itu) dengan “Mitsui” tersayang ku putuskan untuk lewat jalur casablanca.. jalanan lancar ditemani sebatang rokok dan lagu dari Bon jovi menambah komplit kebahagian perjalan pulang. Namun apa disangka setelah 1 jam perjalan.. saya terheran-heran.. karena tidak juga sampai kerumah namun malah terdampar di KAMPUNG MELAYU!!!! Oh My GOD! Terpaksa dengan muka sedikit serius saya memperhatian rambu-rambu petunjuk jalan layaknya orang dusun baru ke kota.

Setelah berkeliling-keliling kebingungan akhirnya saya putuskan dahulu untuk beristirahat sejenak. Kebetulan daerah itu (saya juga tidak tahu namanya) bagus untuk foto-foto, maka langsung saya ambil kamera dan saya foto “istri kedua” saya itu yang sudah setia menemani saya tersesat tanpa komplain. But mungkin ini mobil kalo bisa ngomel bakalan udah nyerocos dari tadi mengkomplain kebodohan tuannya yang tersesat! “Capee Omm macettt!!”

But, mitsui ku ini tak akan marah lagi bila tahu hasil fotonya sebagus ini dan pasti menarik perhatian dari mitsuwati-2 lainnya. Setidaknya juga mengobati rasa kesel gw selama tersesat di kota sendiri!

 

(Daerah Unknown! Pokoknya dideket pabrik tua terus ada tukang rokok yang warungnya warna merah dan ada iklam Djarumnya. Sama samar-samar gw sedikit melewati kali yang gw sangka manggarai)

Bersama tukang rokok saya ngelamun dan istirahat sejenak karena saat jam kerja jalan juga sedang macet bukan main. Sembari menggaruk-garuk kepala yang tidak gatal, saya bertanya dalam hati, apa saya mengalami gejala short memory lost kah? masa dalam 1 hari saya nyasar 2 kali! keterlaluan. Pagi tadi saja ketika hendak berangkat kekantor saya juga mengalami hal bodoh itu. Nyasar karena turun dipintu tol yang salah. Sehingga yang tadinya hendak kebandara malah nyasar ke tanjung priok!! Oh My God!!! dan sekarang, sore ini.. look! where are you clever guy?! What a day kata saya dalam hati. Ketika mulai hujan mulai turun rintik-rintik saya putuskan untuk berpetualang kembali mencari rumah saya sebelum turun hujan lebih deras dan lebih menyulitkan saya untuk melihat petunjuk jalan.

Berkat Rahmat yang Maha Kuasa, akhirnya sampai juga saya ke daerah senen kemudian langsung tancap gas menuju cempaka putih. Home sweet home! Perjalanan yang biasanya saya tempuh hanya 45 menit kali ini menjadi 2.5 jam akibat inisiatif sok belagu saya untuk mencoba jalur baru yang sebenarnya tidak baru.

h1

In Every Life…

February 16, 2007

 

In Every Life, There is a Success
In Every Life, There is a Downfall
In Every Life, There is a Love
In Every Life, There is a Hate
In Every Life, There is a Balance

Everything you took In Every Life, There is a Price…

Siapa yang tidak mengenal Gordon Sumner alias sting, penyanyi asal Inggris era 70′an yang namanya tetap menggema hingga saat ini dan Albumnya kerap menjadi hit setiap kali dirilis. Sting dilahirkan bukanlah dari keluarga berada. ayahnya hanya peternak sapi biasa. Awal karirnya dia pernah melakoni pekerjaan yang menyimpang dari karirnya sekarang sebagai penyanyi. setelah keluar dari kuliahnya, sting sempat bekerja sebagai kondektur bus, buruh bangunan, dan pegawai penarik pajak. pekerjaan yang lebih menggunakan urat daripada otak sebelum akhirnya ia menjadi guru bahasa inggris di sebuah SD. Namun visinya sebagai seorang musisi tidak pernah padam. disela-sela kesibukan mengajar, dia tetap mengasah keahlian musiknya disetiap akhir pekan dengan bermain musik di beberapa klab malam. Mungkin tidak pernah dia bayangkan apabila akhirnya dia berhasil memperoleh royalti sebesar USD 2000 perhari selama 20 tahun untuk lagu every breath you take yang ditulisnya akibat mimpi buruk ditengah malam.

Namun kesuksesan, ketenaran dan kekayaan sting tidaklah gratis. ada harga yang harus dia bayarkan. salah satu anaknya menderita dyspraxia – suatu penyakit gangguan pertumbuhan otak yang berpengaruh pada gerakan dan koordinasi antar saraf. Banyak contoh yang bisa saya berikan. Sebut saja salah satu executive Bank Mandiri di devisi SPM. Usianya terbilang sangat muda bagi sebuah group head, hanya 33 tahun. Bisa dibilang kesuksesan yang fantastis di usia yang terbilang muda.Istrinya pun bukan lah pegawai biasa, namun juga executive disalah satu perusahaan ternama. Kekayaan dan pangkat sudah diraih diusia yang sangat muda. Namun sama halnya dengan sting, anak mereka mengalami autis berat. Begitu pula dengan CEO Indosiar, yang dalam perjalanan karirnya dikenal sangat “supel” dikalangan pejabat. Mungkin sudah ratusan hektar tanah rakyat yang dia gadaikan hanya untuk kepentingan sekelompok orang, hingga akhirnya beliau dipercaya untuk memimpin indosiar. Namun harga yang harus dibayar adalah nyawa anak laki semata wayangnya yang meninggal dalam sebuah kecelakaan mobil ketika kembali dari sekolah di amerika.

Tapi bukan maksudnya bahwa kekayaan ataupun kedudukan selamanya membawa petaka. Namun semuanya juga ada harganya yang dalam memperolehnya yang akan menjadi konsekuensi atau juga bagaimana cara kita membelanjakannya dan seberapa besar juga kontribusi kita kepada sesama atas titipan berupa kekayaan dan ketenaran tersebut. Apakah semata-mata serakah untuk pribadi? ataukah tidak lupa untuk kita sisihkan dan gunakan bagi sesama? Harta dan Kedudukan semuanya adalah titipan. Keputusan yang terkadang diberikan olehNya untuk seseorang dengan pertimbangan yang memang sudah diperhitungan sedemikian rupa agar dapat menjadi pelajaran maupun godaan bagi manusia lainnya. Memang hidup itu perlu uang. Tapi apakah perlu hinga berbukit-bukit uang? ataukah hanya cukup sekadarnya untuk hidup yang layak namun jauh dari konteks mewah? pertanyaan yang akan memiliki seribu jawaban tetapi ada satu jawaban universal yang pasti. Apapun yang yang kita inginkan, selalu ada harga yang dibayar. Ibaratnya air yang akan selalu mencari datar. Setiap pilihan memiliki konsekuensi nya masing-masing. Setiap pintu yang kita tutup akan membuka pintu yang lain, begitu pula sebaliknya. Setiap kali kita mengambil suatu bagian, kita kan melepaskan satu bagian lainnya juga. Lambat laun namun pasti. Tidak mungkin permasalahan seseorang yang memiliki uang hanya 100 juta akan sama dengan yang memiliki 10 Milyar. Makin tinggi pohon makin kencang anginnya.

Terkadang saat kita berkeinginan atau berangan untuk memiliki uang yang banyak, rumah mewah atau lainnya, ada satu missing point utama yang seringkali terlewat untuk kita sadari. Problem yang datang pun tidak akan sama dengan problem yang kita miliki sekarang disaat kita memiliki sesuatu yang lebih dariapa yang kita punya sekarang. Problem jomblo tidak akan sekompleks saat punya pasangan. Atau problem mobil kijang tidak akan sekompleks mobil Mercy bila rusak. Namun seringnya yang kita bayangkan adalah bagaimana enaknya naik mercy dengan persoalan hanya se-mobil kijang.

Because no one in this world can always have what they wishes for… so seek a balance and choose wisely for your life.. and your family. Apa yang anda kejar hidup ini? Mungkin when we become wiser 10 atau 20 tahun dari sekarang, baru akan menyadari.. bahwa kita sebenarnya mengejar sesuatu yang fana…

h1

‘Shed A Tear’ lyrics by WET WET WET

February 14, 2007

You’ve been talking in your
sleep again.
About the way you’ve been pulling
my heart strings
When I think I’m on my feet again I
fall down, I fall down

At Frothy Seven Park Avenue
Loud is the singing down in the bar
room so lonely,
I wish I was in paradise

The broken lover in me, girl
Has been fixed in my memory
Lay your love, lay your love on me

Chorus:

I lost a little love in this way
I find it in my heart to say
Gonna shed a tear for you today
For love, love I gave away, I gave away

You’ve been making those eyes
again
Down in the city and up in your
ivory tower
One day soon you’re gonna reach
out and call my name

The broken lover in me girl
Has been fixed in my memory
Lay your love, lay your love on me

Repeat chorus twice

Love’s got me down on my knees
again
There’s no easy, no easy way out
There’s no easy way out

Repeat chorus twice

h1

Mod Your Ride!

February 13, 2007

Ngebengkel? Thank you deh!

    Oke, begini sejarahnya. Dari jaman SMA sampe beberapa bulan lalu, yang namanya utak utik mobil itu masih gw anggep pekerjaan orang iseng and kaga bernilai tambah. Karena gw masih merasa mesin computer itu lebih menarik dari mesin mobil. So jadilah gw remaja yang lain daripada yang lain. dimana teman2 gw sibuk ngedandanin mobilnya, gw sibuk ke glodok ngedandanin spec kompie gw. Even sesekali gw kebengkel but Ngga pernah gw berlama-lama dibengkel. Selain panas, ngga ada hal yang bisa ngebuat gw tertarik kecuali ada cewe cakep yang juga lagi ngebengkel.. but.. tapi jarang lah yah.

    Back to the point, intinya semuanya itu berubah semenjak gw memakai mobil Mitsubishi Galant ST tahun 2000 Manual. Memang tidak salah bila mitsubishi selalu menggaungkan kredo “Born to Run” disetiap marketing campaig produk2nya. Tidak percaya? saya juga awalnya sama, tidak percaya. Saya selama ini selalu memakai mobil 2000cc keatas. dari Nissan Patrol 3.000cc, Cielo 2200cc, dan terkadang juga CR-V 2400cc. Namun sensasi mobil galant ini sangat beda. Coba saja anda tarik dijalan tol, maka tidak akan terasa pada RPM 5500 di gigi 5 jarum speedometer anda akan menunjukkan angka 200Km/h!!! Punya nyali? bejek aja sampai 240. Nah, sejak dari itu lah saya tergila-gila untuk membuat mobil ini menjadi luxurious Sport Car… so even jadi kendaraan keluarga, saya juga ingin mobil ini nyaman. Maka dimulai lah dengan bolak balik bengkel saban minggu yang cukupp.. cukuppp mengguras gaji bulanan saya. Dari tune up engine, beli additive2, hingga jok kulit dan terakhir ini adalah cat body serta 1/2 overhoul engine agar bisa menjadi sportcar harian. Nah, dari orang yang buta mobil (Tahu bahwa ada yang namanya komponen radiator disetiap mobil itu exist saja baru tahun 2000an!! bisa anda bayangkan betapa menyebalkannya saya bila diajak diskusi tentang mobil) hingga sekarang saya keranjingan untuk mengetahui bagaimana sebuah mobil bergerak dari end to end hingga membuatnya menjadi sebuah sportcar harian. Oke mari kita simak.

Modding Your Engine Guys!

First of all, before you start modding anything, please do us a favor by modding yourself before you endangering both yourself and others. Loe bisa modding your driving capability by ikutan defensive driving course, Sprint rally, slalom, etc.

Buat occasional weekend Slaloms or track racer, loe ga perlu gahar banget sampe special setting alignment, camber, caster, etc. Although, I admit masalah settingan suspension itu penting, but IMHO itu buat yg sampe professional banget. Gua saranin loe-loe yg interested ikutan Slalom, ke sentul, etc, mendingan setting chamber, alignment, caster di stock setting. Ntar down the road, kalo loe kurang sreg loe bisa setting lagi.

Modifying suspension and brakes itu essential banget BEFORE loe start modding your engine. Masalahnya kalo engine loe kenceng and ga bisa handle weight transfer, brakes, etc loe itu in a grave danger!

Step 1: suspension mods.
install coilover kalo budget loe cukup. budget pas-pas’an loe ganti shocks and springs. pasang swaybar both front and rear. kalo loe ngerasa chasiss boil loe masih kurang kaku, baru loe pasang strutbar. strurtbar yg penting itu dipasang di front, jgn rear nggga terlalu perlu kecuali loe sering keluar kota or sering ke race track or loe sering slalom. inget, pake yg bagus’an for your own safety.
recommended springs: H&R, Eibach, HKS, Tanabe, JAMEX, Intrax, R*S dll.
recommended shocks/damper: Tanabe, Tokicko, Billstein, HKS, KYB, KONI, Ohlins, Tein Dll. .
Jgn lupa Pasang sturt bar atau swaybar..

Budget: (Approx)
Coilover: USD$800 to USD$2200.
Springs: USD$110 to USD$320.
Shocks/damper: USD$120 (non adjustable) to USD$475 (both for adjustable and non adjustable).
Swaybars: USD$20 to USD$430.
Strutbars: USD$20 to USD$275.
(strutbars lu bisa bikin custom juga, di tukang knalpot)

Step 2: brake mods.
kalo di sini , boil sedan pake tromol buat rear brake’nya biasanya mobil di Indo 1800cc kebawah, mendingan ganti brake depan and belakang pake discbrake sekalian ganti calipers’nya menggunakan yang lebih besar. kalo mau ganti, sekalian brake lines’nya ganti pake yg either teflon or steel. tujuannya biar pas loe perlu sudden brake, brake lines loe itu ngga ngembang. kalo loe udah ganti brakelines loe, brake fluid loe ganti pake yg DOT4 or DOT5.1 jangan lupa brake shoes (sepatu rem) loe ganti pake yg bagusan.
recommended brake lines: A
recommended discbrake,brakeShoes and calipers :BREMBO,Project MIU,Endlles, AP Racing etc..

*Warning: If converting from DOT 3 or DOT 4 to DOT 5 it is recommended to rebuild the whole hydraulic system. Or at least flush the previous fluids completely, as any contaminants would be hazardous to the system operation.*

Budget: (Approx)
From USD$100 (brakeshoes only) to more than USD$4000 (for a complete brake set such as, BREMBO).

Step 3: engine mods (mild to hardcore).
loe bisa mulai dari cold air intake, header, freeflow exhaust. and loe naek ke polish intake manifold and exhaust manifold kalo loe ngerasa kurang.

the next step would be, loe engine rebalance. rebalance semuanya mulai dari crankshaft, cylinderhead, flywheel, camshaft (kalo mau diganti ya ngga usah di rabalance), pokok’nya semuanya.

next, loe bisa ganti camshaft loe, both intake and exhaust of course! ganti camshaft biasanya orang complaint “kok idle boil gua jadi batuk-batuk alias rough” ya itu soalnya gearing’nya ga bener nge’set’nya. kalo ganti camshaft, sekalian loe ganti camgear’nya, of course, both for intake cam gear and exhaust cam gear.

next, loe bisa ganti valve springs loe. ini tujuannya biar opening and closing’nya lebih cepet. alias, engine response loe lebih bagus.

next, injector boil loe musti di re-balance and di re-calibrate. tujuannya, buat supaya ngebalance between fuel and air consumption and ngilangin detonation.

next, kalo loe udah praktekin semua yg diatas. engine loe itu udah gahar. nah loe uadh maen setengah force induction. sekarang loe baru bisa pasangin fuel pressure regulator and sekalian pasang fuel rail.

jangan lupa juga ganti oil pressure regulator and oil pan. engine makin kenceng, butuh pemasukan oil yg lancar.

next, ganti clutch loe pake yg competition. sekalian ganti semuanya, mulai dari ballbearing, clutch plate, sampe pressure plate (matahari).

next, nah loe baru boleh ganti ignition boil loe (kabel busi) and sekalian busi’nya juga. soalnya engine loe sekarang itu udah kenceng and butuh pembakaran yg bagus.

**jgn lupa loe resetting or recalibrate engine ECU loe. jgn maen ganti chip or apa. loe reset dulu ECU boil loe. caranya gampang. setelah loe pasang semua performance parts boil loe and loe udah testdrive, baterrey (accu) boil loe negative’nya loe lepas and loe biarin selama 20mins to 30mins. or kalo bisa sampe engine boil loe cool. makanya buka aja engine hood loe biar engine loe cepet dingin. nah kalo udah loe reconnect lagi negative baterrey nya and udah gitu loe test drive, tapi jgn soft nyetirnya. loe musti sedikit gahar. tujuannya itu biar ECU boil loe belajar lagi characteristics engine boil loe and driving style loe.**

Pasang Piggyback, Ato Stand Alone ECU..

next, loe bisa naekin compression kalo loe mau maen N/A (normally aspirated). kalo mau maen FI alias force induction, compression sebaiknya di turunin.

sekarang kita bicarain N/A. naekin compression loe bisa cuman ganti packaging or bahasa indonesianya itu paking. ganti both yg bagian atas engine loe and bottom’nya juga sekalian.
nah step terahir ini maen hardcore. loe udah maen FI. loe bisa pasang supercharger or turbocharger.

kalo pasang supercharger, loe ga perlu aneh-aneh with settingan engine loe yg udah di modified pake cara diatas yg gua udah terangin panjang lebar sampe jari gua cape ngetiknya. tapi kalo loe pikir masih kurang “uhmph”‘nya ya loe bisa naekin psi boost di supercharger loe. caranya very easy, loe ganti aja pully’nya. pake yg kecil, otomatis boost psi’nya bakalan naek and makin gede boost boil loe. biasanya supercharger maen di 5psi to 6psi. bates aman kalo mau naekin psi and masih bisa enak dipake jalan hari-harian loe bisa naekin boost loe up to 10psi, max.
paling sip kalo loe pasang supercharger, loe pasang juga intercooler. tujuannya biar udara dingin yg diambil ama supercharger loe.

other option would be, loe pasang turbocharger. pasang turbocharger ngga segampang yg orang bilang. loe sebaiknya turunin dulu compressin engine boil loe. seberapa banyak turuin copressionn’nya ada rumus’nya and gua ga ngerti. loe musti consult ama Bengkel tempat langganan loe.

kalo loe pasang turbo, loe sekalian pasang turbo timer, turbo boost controller, BOV (blow-of valve), pop-up valve, intercooler, boost regulator, boost gauges, exhaust temperature gauges, injector regulator gauges, water pressure regulator and gauges, etc.
contrary to most ignorat indonesian riceboy believe, BOV itu dipasang bukan buat suara “chssssssssssss” yg keren. bukan, tujuannya BOV itu dipasang buat ngebuang boost yg ngga diperluin and otomatis protect turbo loe.

kalo loe pasang turbo and supercharger, loe mendingan sekalian di dynotest. supaya loe dial up boost’nya pas and ngga ngerusak engine loe. both turbocharger and supercharger bisa prolong engine life loe kalo loe nge dial boost’nya and settingan engine loe itu bener and pas.

Budget: (Approx)
From USD$200 to unlimited. (Please, Jangan pake uang buat kawinan ye..its very2 big no no!)

i might miss something, but until i find out what did i miss, i’d say…that is all… And tunggu episode berikutnya yang pasti lengkap dengan gambar2 sparepartnya (ya! sekarang saya sudah tahu dimana letak radiator!)

Soalnya kalo mau detail banget harus muter-muter ke Toko/bengkel sendiri.
(harga tidak mengikat)

Modifikasi mesin
Light:
-Filter K&N, Yakuza, dll——-300rb-1jt
-Kabel busi 8mm ke atas——–300rb-500rb
-Koil————————–500rb-1jt
-Ignigation MSD, dsb———–750rb-2jt
-Fuel pressure Reg.————1jt-2jt
-header DC sport, dsb———-1jt-5jt
-freeflow exhaust 5zigen, dsb–750rb-4jt

Medium:
-Polish in-ex——————2jt-5jt
-Camshaft———————-2jt-7jt
-power pulley——————2jt-3jt
(untuk galant ST kisaran 3-5 juta di Sigma Speed tergantung skill nego)

Rather Heavy:
-Balance engine—————-2jt-10jt or more

Heavy:
-New engine——————–20jt-100jt or more
(depend on type of engine kecuali kalau anda nekat menggantinya dengan mesin ketik konvensional)
-Supercharger——————20-30jt
-TurboCharger——————20-50jt

Suspension:
Per h&r, tanabe, tein, dll—–1jt-5jt
Shocks————————-5jt-10jt
Adjustable Shock—————9jt-25jt
Air shocks———————10jt-20jt
Hydrolic Shock—————–30jt-50jt
Strutbar———————–1jt-3jt
Swaybar————————1jt-3jt

Brake:
DiskBrake———————-4jt-10jt
Caliper————————5jt-12jt
ABS—————————- Seriously masih butuh? heheh.. dengan mesin performa seperti ini yang anda butuhkan adalah parasut dibelakang mobil.

h1

Nikmatnya Daging Bebek…

January 17, 2007

    Konotasi orang terhadap daging bebek kebanyakan adalah rasanya yang sedikit pahit, dagingnya yang keras dan kadar lemaknya yang sangat berkolestrol tinggi. Padahal dengan tekhnik pengolahan yang tepat ditangan saya, daging bebek bisa tampil memukau lidah dengan rasa yang mampu menggoda iman seorang supermodel sekalipun.

    Ada 2 daging yang saya gemari selama ini selain ikan, daging kambing dan daging bebek. Kedua daging tersebut memang beraroma berbeda, memiliki bau yang khas dan mampu membangkitkan gairah bila menciumnya, terlebih bila asapnya masih mengepul ketika disajikan. Karena itu lah saya lebih prefer mengkonsumsi kedua daging tersebut dibanding daging ayam.. emang sih muahall!

    Saya sengaja menyajikan resep rahasia turun temurun ini bagi para lajang maupun para jablai khususnya dengan cara siap saji disaat kencan. Ini saya yakin akan sangat berguna untuk dapat berkencan candle light dinner dengan makanan buatan sendiri, tentunya akan menambah romansa romantisme dan.. mengurangi biaya tagihan credit card anda juga tentunya.

    Bebek Rica-rica contohnya, dengan bumbu kental dan daging bebek yang empuk , dapat membuat anda berdua pasangan sangat bersemangat untuk menyantapnya. Jangan lupa pelengkapnya, jika semua menu ini diberikan sambal terasi, sambal mangga, dan bumbu2 gurih. Saya jamin, anda dan pasangan jablai anda akan mabuk kepayang setelah menyantap bebek ini. Mabuk karena kekeyangan amat sangat.

Cara membuat Bebek Jablai Rica-Rica

Bahan :
- 1 Ekor bebek! Bebek yah bukan sapi!

Bumbu Rebus :
- Masing-masing 2 Sdm Kunyit, bawang putih, Bawang Merah, dan Kemiri
- 6 sdm garam
- 5 lembar daun salam
- 3 lembar sereh
- 5 cm lengkuas (harap dipotong secara presisi, beda 1mm bisa menyebabkan beda rasa.. hehehe, becanda)
- 15 Lembar daun jeruk (jeruk nipis or lemon, terserah!)

Bumbu Rica-Riba :
- 1 ons bawang merah
- 1/4 kg cabai merah keriting! jangan yang rebounding yee
- 4 lembar daun Jeruk
- 1 buah jeruk apa aja, asem2 dikit juga oke, peras airnya
- Garam, secukupnya tapi jangan sampai kadar membunuh.
- Bumbu penyedap (gw biasa pake royco atau garam gurih)

Cara memasak!
1. Bersihkan bebek lalu rebus dengan presto agar empuk sekitar 1-2 jam
2. matikan kompor lalu tutup pancinya selama kurang lebih 1/2 jam, kalau pake presto biarkan sampai uapnya habis.
3. angkat lalu tiriskan (jangan nanya tiriskan ape yee), kemudian goreng itu bebek sesuai selera… gw senengnya agak2 kering.
4. Tumis bumbu rica-rica hingga harum dan matang, lalu masukkan bebek yang sudah digoreng tadi kedalamnya.
5. masukkan juga bumbu rebus juga jangan lupa, airnya juga disirim dikit2 sambil terus ditumis.
6. Aduk terus pokoknya sampai merata. angkat dan letakkan diatas piring, jangan diatas celana.
7. Sajikan kepada pasangan jablai anda.

Atau bisa juga bila anda kurang suka pedas, saya berikan tekhnik kungfu lain untuk membuat Bebek Goreng Istimewa. Pokoknya banyak macam jurus untuk mempesona jablai anda.

Cara membuat Bebek Goreng Jablai.

Bahan :
- 1 Ekor bebek! Bebek yah bukan sapi!

Bumbu Rebus :
- Masing-masing 2 Sdm Kunyit, bawang putih, Bawang Merah, dan Kemiri
- 6 sdm garam
- 5 lembar daun salam
- 3 lembar sereh
- 5 cm lengkuas (harap dipotong secara presisi, beda 1mm bisa menyebabkan beda rasa.. hehehe, becanda)
- 15 Lembar daun jeruk (jeruk nipis or lemon, terserah!)

Cara memasak!
1. Bersihkan bebek bila masih berbulu lalu rebus sampai empuk sekitar 1-2 jam. Pakai presto kalo mau cepet empuk
2. Matikan kompor lalu tutup terus tunggu sampai setengah jam kurang lebih, angkat lalu tiriskan.
3. Goreng deh tu bebek sesuai selera, saya senangnya agak2 kering garing gitu lohhh..
4. Sajikan ke jablai anda.. dan jangan lupa menuliskan biaya tagihan kepadanya setelah selesai makan malam.

    Bagi anda yang kurang suka aneka rempah2an, Bebek goreng ini juga saya jamin akan mampu membelai lidah jablai anda, karena rasanya bila dipadukan dengan sambal goreng akan dipercaya akan meningkatkan libido makan berkali-kali lipat.

    Untuk mendapatkan olahan bebek yang prima memang saya selalu pilih yang perawan. Sudah pasti akan menyerap sedikit usaha untuk mencarinya di sekitar citarum atau cianjur sana. dengan kata lain, bebek yang dipilih janganlah yang perawan tidak, tapi janda pun tidak. Jangan terlalu tua atau terlalu muda. Karena kalau terlalu tua dagingnya keras dan pahit. Sedangkan kalau ABG banget.. dagingnya sedikit. Untuk bumbu rica-rica, bisa saja anda gunakan blender sedikit bila pasangan jablai anda sudah lapar mampus dan butuh makan secepatnya. Selain lebih praktis juga bumbu akan lebih halus. Hanya saja, kalau di blender bumbunya akan hancur sehingga aroma khas cabai dan aneka rempah-rempah itu akan kurang terasa di lidah jablai anda. KArena itu saya rekomendasikan untuk mengolah rempah2 itu selalu gunakan cara alam, yaitu menumbuknya dengan batu. Memang lama sih, tapi worthed lah.

    Satu lagi petuah, selama merebus bebek, usahakan memakai api kecil saja. Bebek itu aneh dagingnya, bila anda memakai api sebesar obor maka bumbunya saja yang matang, tapi dagingnya tidak empuk. Tapi dengan api kecil, bumbu akan lebih meresap, daging bebek pun akan lebih menjadi empuk.

    Nah, selamat menikmati makan malam anda bersama pasangan jablai anda dengan menu istimewa ini. Konon, sajian ini akan membuat makan malam anda bersama pasangan akan berakhir menjadi “Dinner Plus-Plus!”. Selamat mencoba. Isi diluar tanggung jawab percetakan.

    
    

h1

Terperangkat Involusi Tak Berkesudahan

December 11, 2006

Stigma bangsa yang malas, suka gontok-gontokkan, mau serba instan, suka main terabas, senang menusuk dari belakang, tidak disiplin, tidak efisien, etos kerja memble, tak mampu berkolaborasi, sudah lemaa dilekatkan pada kita. Ternyata kita belum juga beranjak dari situ.

    Semua karakteristik minor dan inferior itu masih disebut sebagai penyebab stagnan dan penghambat bagi kemajuan ekonomi dalam kuliah umum michael porter beberapa waktu lalu.

    Kritik porter kira-kira senada dengan kritik pofersor paul krugman dari stanford university, dahulu. menurutnya pertumbuhan ekonomi pesat indonesia pada dekade 1990-an atau sebelum krisis tahun 1997 lebih banyak disebabkan oleh perasan keringat, bukan otak.

    Alasannya, pertumbuhan pesat diatas 7 % terjadi karena penambahan input berupa akumulasi modal dan tenaga kerja, dan bukannya peningkatan output per satuan waktu. kemajuan teknologi seperti dialami negara-negara maju tidak terjadi.

    Penggunaan input yang berlebihan tidak dibarengi dengan kenaikan output per satuan input ini menyebabkan pertumbuhan ekonomi tinggi yang terjadi tidak akan bertahan lama.

    Berdasarkan kajian indikator produktifitas dan daya saing yang dilakukan The Asian Productivity Organization (APO), Indonesia memang menunjukkan tingkat pertumbuhan produktifitas modal dan tingkat pertumbuhan tenaga kerja yang terus menurun.

    Kritik ini tidak hanya untuk indonesia, namun juga kepada negara-negara macan asia yang karena pertumbuhan ekonominya dianggap sebagai “keajaiban asia”. Yang menjadi pertanyaan, kenapa hanya kita yang masih jalan ditempat? kenapa banyak negara-negara yang berangkat bersamaan atau bahkan lebih belakangan di bandingkan kita, kini malah jauh meninggalkan kita? contoh paling gampang adalah vietnam, korea, china, korsel, dan india, dalam indeks pembangunan manusia, tingkat daya saing dan juga tingkat perkembangan ekonomi.

    Banyak kalangan sosiolog dan antropolog mengaitkan ketertinggalan ini dengan aspek sosiologis kultural, seperti karakteristik masyarakat kita yang malas, tidak menghargai waktu, narima ing pandum, fatalistik dan paternalistik. masyarakat yang dimanjakan oleh iklim yang subur makmur (yang menyediakan semua) menjadi malas dan tidak memiliki motivasi kuat untuk maju.

    Beberapa yang lain menuding sistem pendidikan yang dinilai tidak merangsang kreatifitas berpikir anak didik, tetapi justru membunuhnya. anak tidak diajarkan untuk bebas menyampaikan gagasan dan pikiran, dan kreatifitas tidak ada dalam kurikulum pendidikan nasional.

    Faktor kekerabatan, yang membuat kita berpaling dari keluarga besar setiap ada masalah juga ikut berperan dalam membentuk karakteristik masyarakat kita sekarang.

    ”Dalam sistem kekerabatan yang dulu berlaku, seorang bukan dirinya sendiri, tetapi bagian dari sistem kekerabatan tersebut. ia bukan orang yang bebas dalam arti bisa melakukan sesuatu sekehendak hatinya tanpa persetujuan dari sistem kekerabatannya, lingkungannya atau keluarganya. jika suatu saat ikatan kolektifitas ini longgar dan dia harus jadi dirinya sendiri, disilah akan muncul masalah,”papar antropolog UI achmad fedyani saifuddin.

    Meskipun demikian, menurut achmad sosiolog dari UI tidak sependapat bila masyarakt kita disebut malas. menurut mereka, tidak adil membandingkan begitu saja masyarakat kita dengan bangsa lain, mengingat kompleksitas persoalan yang berbeda dan konsep pemikiran tentang segala sesuatu, termasuk konsep mengenai kerja yang juga berbeda.

    Indonesia memiliki jumlah penduduk yang jauh lebih luas, budaya yang jauh lebih beragam. oleh karena itu mengelola indonesia juga jauh lebih sulit dibandingkan dengan korea selatan atau jepang yang masyarakatnya relatif homogen, maupun singapore yang wilayahnya hanya kecil.

    Imam mengambarkan Indonesia sebagai multination state karena lebih dari 50 kerajaan dengan latar belakang sejarah dan pemerintahan sendiri bergabung menjadi satu.

    Untuk mengelola negara seperti ini diperlukan suatu kepemimpinan yang sangat kuat. padahal pada saat yang bersamaan negara ini juga sedang bereksperimen dengan demokrasi, dan struktur demokrasi itu sendiri belum kuat.

    Oleh karena itu, bisa dipahami proses nation building yang terjadi juga ibarat merangkak. kemampuan managerial para pemimpin sendiri terdistorsi akibat sistem sentralistik yang diterapkan oleh rezim orde baru dengan bureaucratic polity (otoreterianisme yang ditopang birokrasi). belum tuntasnya proses nation building ini memunculkan kekacauan dan ibaratnya kini kita harus memulai lagi dari awal. Birokrasi berjalan seperti kura-kura, sehingga justru jadi penghambat. oleh karena itu, yang diperlukan adalah kepemimpinan kolektif dan reformasi birokrasi. Bahkan mungkin suksesi.

Involusi Budaya
    Menurut achmad, bangsa lain bisa kompetitif dan maju karena memang mereka punya keunggulan dan mampu memanfaatkan dengan baik keunggulan tersebut. Jepang dan jerman misalnya dibidang ekonomi dan teknologi. masyarakat seperti amerika serikat sangat bangga dengan keamerikaanya.

    Untuk bisa bersaing, indonesia harus mengembangkan keunggulan atau budaya unggul berasarkan potensi yang dimiliki. achmat sendiri pesimistis indoensia bisa barsaing selama masih tergantung pada utang dan kesenjangan ekonomi dalam masayarat seperti sekarang.

    Achmad juga melihat pentingnya perekat baru untuk mencegah berkembanganya lebih jauh karakteristik bangsa yang cenderung gontok2an dan suka main terabas. perekat baru itu bisa dibangung melalui institusi pendidikan.

    Pendidikan bisa menjadi tempat untuk menggodok atau menularkan nilai-nilai baru yang berorientasi pada kemajuan. pendidikan juga perlu menekankan pada kurikulum yang mengarah ke perubahan tingkah laku, bukan hanya pengetahuan kognitif. achmad juga melihat perlunya integrasi kebudayaan yang lebih luas dari sekardar integrasi sosial yang hanya dipermukaan. dikalangan para pelaku ekonomi achmad melihat masih menonjolnya proses saling merusak antar elemen dan tidak adanya etika etika bisnis yang sehat.

    Birokrasi yang dikeluhkan pengusaha sebagai sumber penyebab tidak kompetitifnya mereka dalam persaingan di pasar global adalah suatu proses yang saling terkait (interrelated) KKN yang terjadi antara birokrat-pengusaha tidak mungkin terjadi tanpa keterlibatan dua belah pihak.

    Proses saling merusak yang tidak sehat lagi tercermin antara ruwetnya jaringan talitemali KKN ini. pengusaha yang sudah masuk ke situ tidak akan bisa keluar. bila dia mencoba untuk idealis sedikit saja, akan terlempar keluar atau dihambat lajunya.
    
    ”Kita ini seperti orang yang berputar-putar didalam. Subk dengan persoalan-persoalan internal sementara desakan dunia global semakin keras. Thesis clifford Geertz soal involusi atau bagi-bagi kemunduran tidak bergerak maju masih terjadi,” ungkap achmad.

    Hal serupa terjadi untuk produktifitas pekerja yang selama ini juga dituding pengusaha sebagai penyebab tidak bisa bersaingnya mereka. menurut achmad, tidak adil menuntut pekerja meningkatkan produktifitas nasional suatu negara, sementara kesejahteraan tidak diperbaiki.

    Sejumlah kalangan lain melihat, persoalan produktifitas nasional suatu negara tidak bisa dilepaskan dari pendekatan kebijakan yang ditempuh dan situasi yand dihadapi yang juga berbeda. salah satu persoalan indonesia sejak lama adalah tidak disipliin dan cepat berpuas diri, sehingga sebagai bangsa yang berdaulat kita pernah kehilangan kedaulatan, sehingga perlu disiplinkan oleh kekuatan luar seperti IMF atau bank dunia.

    Bangsa ini juga tidak pernah belajar dari kesalahan. padahal negara-negara maju pun bahkan masih merasa perlu untuk belajar dari keberhasilan negara lain atau pesaing mereka. contohnya yang dilakukan oleh perusahaan AS yang belajar dari kekalahan jepang dalam persaingan pada era 1980-an dengan mengadopsi management inventory just in time dan teknik lain dari jepang dan menjadikan itu sebagai keunggulannya sendiri. demikian juga eropa dipaksa belajar dari ketinggalannya dari AS dengan membenahi pasar kerjaan yang terlalu banyak diatar (overregulated)

    Upaya meningkatkan efisiensi dan efektifitas, baik di tingkat makro maupun mikro-menurut mantan perekonomian dorojatun kuntjoro dalam salah satu pertemuan-tidak bisa terjadi tanpa adanya dukungan kebijakan, program, dan kegiatan yang ditujukan untuk meningkatkan produktifitas dan daya saing jangka panjang.

    Untuk ini diperlukan penguatan kelembagaan. dalam konteks globalisasi, menurut dia, produktifitas tidak hanya menyangkut mental atau budaya dan konsep mengenai kerjaan, tetapi juga pemahaman atau penguasaan terhadap pengetahuan dan teknologi informasi.
    
    Dalam konteks globalisasi, konsep produktifitas itu sangat dinamis dan tidak statis. konsep pembagian waktu atau kerja yang dulu dianggap cukup tidak lagi mampu mengejar tuntutan globalisasi, yang ditandai oleh semakin sengitnya persaingan, liberalisasi, dan semakin shopishicatednya pasar, semakin kompleksnya sistem produksi dan distribusi, serta meningkatnya kesadaran akan isu-isu sosial dan lingkungan.
    
    Kondisi ini tidak hanya menuntut kita melakukan adaptasi, tetapi juga mempersenjatai diri, mengolah potensi dan memosikan diri agar bisa menjadi pemenang dalam persaingan dan bukan hanya obyek bulan-bulanan dari globalisasi seperti sekarang.
    
    Kegagalan kita memanfaatkan momentem dan kelebihan yang dimiliki selama ini, anara lain, disebabkan karena kegagalan kita membenahi kondisi dalam negri. akibat nya kita terlalu sibuk bertikai sendiri, sehingga justru negara lain yang lebih bisa memanfaatkan.
    
    Kekalahan dalam persaingan memperebutkan pasar eksport, kalah dalam persaingan dengan pelaku asing diapsar dalam negeri sendiri, kalah dalam ajang laga olahraga dunia, dicurangi negara tetangga dalam perebutan wilayah, dijarah pasir dan kekayaan sumber daya kelautannya. dirampok hutan dan kekayaan alamnya., dijadikan tempat pembuangan limbah B3, berkali-kali ditipu oleh pembobol bank dan pengemplang hutang.
    
    Itu baru sebagian contoh. tempe kita dipatenkan dijepang, batik kita dipatenkan dimalaysia. membel jepara dikuasai asing. gemblong yang penganan jawa juga sekarang diproduksi dijepang, dan masih banyak lagi.
    
    Kegagalan mengelola negara itu pula yang menjelaskan mengapa indonesia yang kaya sumber daya alam, sumber mineral dan sumber daya manusia justru terperangkap dalam hutang dan hegemoni negara-negara lain dan lembaga multilateral.
    
    Ini sekaligus juga bisa menjawab mengapa dengan wilayah geografis yang subur dan luas seperti ini kita menjadi pengimport pangan terbesar dunia, mengapa dengan cadangan minyak dan berbagai sumber mineral penting ludes dan hutan gundel serta lingkungan rusak karena dieksploistasi berlebihan tetapi rakyat kita tetap miskin.
    
    Nilai-nilai positif seperti gotong royong pada masa lalu yang seharusnya bisa menjadi kekuatan dan modal kita untuk bersaing rontok; berganti gotong royong untuk merampok negara dan memperkaya diri sendiri atau kelompok. yang dipikirkan bagaimana berebut kue, bukan berpikir bagaimana membesarkan dulu kue agar menjadi besar.
    
    Hal ini mempertegas tesis proter, bahwa kita sudah kehilangan kemampuan berkolaborasi untuk menghadapi perasaingan dari luar. padahal bangsa dan negara ini dulu ada dan berdiri karena adanya kolaborasi tersebut.

Oleh Sri hartati Samhadi

h1

SUKSESI

December 11, 2006

“Leadership is rarely a solo ride”

Kata “suksesi” tentunya bukan lagi istilah yang asing dalam kosakata masyarakat awam. Lazimnya kata suksesi diterjemahkan sebagai tindakan mengganti pimpinan.
Pro dan kontra sering kali berkembang seputar sosok pengganti pimpinan yang lama. Apalagi jika sosok pimpinan itu tidak disertai kriteria yang jelas. Problem seperti ini pula yang sering menyertai persoalan suksesi di tubuh suatu perusahaan. Memang tipis batasannya di dalam prakteknya antara suksesi dengan revolusi. Sehingga budaya suksesi ini dirasa kurang tepat untuk kultur asia yang cenderung berbudaya “Ungah-Unguh” kalau kata orang jawa.
Budaya tiap-tiap perusahaan mengenai leadership memang berbeda-beda. Kebanyakan para perusahaan berfokus mengembangkan pimpinan hanya pada individu-individu pilihan saja, dan membiarkan individu sisanya untuk berkonsentrasi semata pada tugas-tugasnya. namun, di Unisy, sasaran perusahaan adalah bukan pada menciptakan 25 pemimpin, tetapi 2500 orang pemimpin! “Bila kita ingin memiliki kekuatan di lingkungan bisnis, kita harus berfokus pada pengembangan pemimpin”, demikian ucap CEO unisy.
    Pengalaman menunjukkan bahwa suksesi yang berfokus pada beberapa “bintang” perlu kita tinggalkan. kita lihat bahwa beberapa perusahaan raksasa di Indonesia yang usdah mencalonkan beberapa “putra mahkota” pilihannya, akhirnya perlu merekrut calon-claon beru sampai akhirnya menemukan pendobrak yang cocok. tentunya kita bisa bayangkan kerugian perusahaan ini dari segi kesempatan dan waktu yang sudah tersia-siakan.

    Saat suksesi tidak menjadi perhatian, bisa jadi atasan tanpa sadar “membunuh” kepemimpinan bawahan, misalanya saja melalui pelecehan psikologis, tidak memberikan kesempatan pada anak buah untuk menjadi berani dan mengambil resiko, atau tidak jelasnya wewenang, akuntabilitas dan tanggung jawab. Bisa kita lihat, ada kantor berisi bawahan yang kuran pede semua, karena tidak ditumbuhkannya “rasa” kepemimpinan sebagai semangat dalam organisasi.
    
    Dari Unisy, kita lihat bahwa perusahaan bukan saja menciptakan beberapa pemimpin, tetapi juga harus siap untuk berbudaya “pemimpin”. bisa jadi ada ungkapan sinis terhadap perusahaan ini “too many chief, no indians” terlalu banyak kepala, tidak ada buntutnya. namun, untungnya bagi perusahaan seperti unisy adalah mereka bisa terhindar dari riuh rendah gembar-gembor kurangnya pemimpin bagi organisasi, yang bolak-balik dikeluhkan banyak organisasi, bahkan juga oleh negara kita. perusahaan yang task oriented pada akhirnya akan mengalami kesulitan dalam menentukan dan membelikkan sasaran strategiknya dan beradaptasi. yang jelas, kita sebetulnya bisa mem”benchmark” lembaga-lembaga yang mempunyai keyakinan bahwa melalui kuatnya pertumbuhan kepemimpinan, perusahaan akan lebih produktif dan kreatif.

Perencanaan dari TOP
teknologi suksesi sebenarnya tidak bisa dipisahkan dari rencana strategik perusahaan. ada perusahaan yang sudah demikian nyamannya berada dalam confort zone sehingga menyerahkan teknologi suksesi ini pada manager SDM nya. padahal perusahaan seperti GE dan IBM memprioritaskan proyek ini pada board of directornya dan memperhatikan proses suskesi ini sampai tembus di level supervisor sekalipun. management puncak perlu terlibat pada sesi-sesi diskusi kalibrasi talenta yang perlu diadakan paling sedikit 6 bulan sekali. diskusi-diskusi seperti ini, tanpa disadari juga bisa meningkatkan rasa kompak, kerja tim, tumbuhnya saling percaya, bahkan “kemesraan” di antara management perusahaan.

Pendekatan “Work in Progress”
Mengisi sebuah jabatan dengan orang yang lebih junior sebenarnya sudah bertahun-tahun dilakukan dan sering mengalami kegagalan. terutama, bila kita sama-sama mengharapkan bawha si pemegang jabatan baru adalah seorang “superman” yang membawa terobosan -terobosan baru. sering tumbuh ungkapan sinis, “ternyata si bintang biasa-biasa saja tuh..”

bila kita memberi kesempatan kepada si anak muda untuk bertugas di jabatan baru maka lingkungan perlu melihat bagaimana orang tersebut sebagai bagian yang sedang dalam perbaikan. Ada peluang untuk perbaikan dan ada kondisi yang tidak sempurna untuk beberapa saat. ia pun perlu medapatkan mentoring dan coaching intensif dari pada seniornya untuk menjamin kesuksesan. Dengan demikian, bisa kita harapkan berkurangnya cara hengkang para calon bintang yang turnovernya sudah mencapai 30% lebih besar dibandingan dengan sepuluh tahun lalu.

Proyek-proyek “Ad-Hoc”
Pendekatan yang juga sudah dikenal dan mudah dilakukan adalah menugaskan keryawan bertalenta untuk menyelesaikan proyek-proyek ad hoc perusahaan, seperti pembenahan stock, pembuatan sistem IT untuk proses bisnis tertentu, ataupun perbaikan proses bisnisnya. dengan demikian perusahaan bisa menjaga fokus strategiknya, bisa berfokus pada kompetisi, sementara memberi kesempatan pada calon-calon pemimpin untuk mengambil resiko, mencari solusi dan berpikir strategik. kesempatan ini akan membuat potensi dalam organisasi lebih “terlihat”. para karyawan pun dapat lebih merasakan gairah dan dinamika perusahaan dan mempunya “rasa” atas pencapaian sasaran.

Karier Anda Tak Perlu Menunggu
Bahwa ada perusahaan yang tidak memikirkan suksesi memang perlu jadi pertimbangan tiap karyawan, apalagi bagi mereka yang berasa berenergi besar dan bertalenta kepemimpinan. Mengeluh dan bersikap apatis sampai kapan pun tidak akan membawa hasil. Hal yang bisa lakukan adalah membuat usulan yang “workable”, sehingga bila ide diterima dan kita yang disuruh mengerjakannya, kita sanggup mengerjakannya. upaya agar “terlihat” lagi-lagi adalah murni usaha si karyawan.